Awas….! Modus Penipuan SMS Banking.

SMS Banking
SMS Banking

Tepat pukul 10.00 wib pagi tanggal 23/05/2009 tadi, Raja seorang teman kuliah ku datang ke kos. Kedatangan beliau cukup “menganehkan” menurutku. Datang dengan semangat yang luar biasa cukup aneh bagiku, karena tidak seperti biasanya. Adapun isi semangat itu adalah kabar bahwa Beliau mendapat hadiah (souvenir) dari telkomsel berupa hadiah promosi telkomsel untuk bulan Mei, kepastian informasi ini langsung diterima melalui hubungan percakapan telpon.  Wah..wah… siapa yang emosinya tidak meledak mendapat hadiah berupa duit sebesar Rp.5.000.000 ini.

Pikir-pikir bagaimana bisa ya teman saya ini yang dapat….?

Tersirat di benak, ah… ini mungkin takdir untuk Raja karena teman saya yang baik ini memang benar-benar baik dan tulus setiap kali menolong orang, siapapun orangnya (termasuk saya).

Dengan rasa riang bercampur aneh Raja datang ke kosku yang kumuh ini meminta nomor Rekening dari ATM milikku. Yakni ATM BRI.

Setelah Raja mengirimkan nomor rekening BRI ku ke “Sang Pemberi Hadiah (SPH)” dalam hal ini mengaku dari telkomsel. Raja diminta bersiap menerima kiriman uang dan harus ke mesin ATM pada saat proses pengiriman dilakukan. Untuk itu HandPhone Raja yang sedang ditelpon oleh SPH tetap tidak ditutup hingga Raja tiba di mesin ATM. Sesampai di ATM, SPH mengatakan agar memproleh bukti yang jelas bahwa Raja telah menerima kiriman hadiah Rp.5.000.000 ini, SPH harus memandu Raja untuk dapat “menerima kiriman duit ini secara Online” (Padahal untuk menerima kiriman uang, Penerima seharusnya tidak perlu ke ATM saat bersamaan di waktu pengiriman).

ATM
ATM

SPH mulai memandu Raja saat di ATM,

SPH : “Pak Raja, sekarang silahkan masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM”

Raja: “OK Pak, ya sudah”. (sambil memasukkan kartu atmnya)

SPH: “Sekarang pilih bahasa Indonesia, Pak”

Raja : “Ya Pak Sudah” (sambil menekan pilihan bahasa Indonesia untuk menggunakan mesin ATM)

SPH: “Silahkan bapak pilih bacaan ‘informasi saldo’”

Raja: “Ya sudah Pak” (sambil memilih ‘informasi saldo’)

SPH: “Ada berapa nominal yang tertera Pak”

Raja: “ada 80.818, Pak”

SPH: “Ok, sekarang Bapak coba pilih ‘transaksi lainnya’”

Raja: “Ya, Ok” (sambil memilih ‘transaksi lainnya’)

SPH: “Ada pilihan di kiri bawah, ‘registry e-channel’….?”

Raja: “Ya Pak ada”

SPH: “Silahkan Bapak pilih “registry e-channel” tersebut…” (dengan lembutya..)

Raja: “ya pak, sudah” (sambil memilih menu tersebut)

SPH: “sekarang ketikkan angka ini dan dengarkan baik2 ya pak….?”

Raja:”Baik pak”

SPH:”085959487870, sudah pak…?”

Raja: “Ok Pak Sudah….” (tertera registrasi gagal)

SPH: “Sekarang untuk nomor pin nya masukkan angka ‘123456’”

Raja: “Ok Pak Sudah….” (registrasi gagal)

 

Sampai disini, aku yang menyaksikan sejak tadi proses pemanduan ini, mulai mengerti tentang apa yang dilakukan SPH sebenarnya. Aku langsung berinisiatif menekan tombol ‘Cancel’ untuk membatalkan transaksi kemudian menarik Raja keluar dari ATM, lalu menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah modus penipuan. Tepatnya ini adalah modus penipuan dengan memanfaatkan layanan SMS Banking.

SPH (Pelaku) menipu korban untuk melakukan pendaftaran SMS Banking rekening korban ke Nomor HP si Pelaku, sehingga si Pelaku nanti akan memiliki hak akses terhadap rekening tersebut melalui SMS Banking dengan HandPhone si Pelaku tersebut yang mendaftarkannya adalah si korban sendiri.

Sebenarnya sebelum ATM BRI milikku digunakan, ATM BNI miliki Raja sendiri juga sudah ditawarkan ke SPH, tapi ketika memasukkan nomor hp untuk registrasi bni sms banking selalu gagal dikarenakan ATM BNI Raja tersebut sudah diregistrasi sebelumnya oleh Raja sendiri. Jadi ketika si pelaku menyuruh Raja untuk melakukan registrasi kembali maka registrasi gagal. Demikian pula halnya dengan Rekening BRI ku. Apabila ini tadi berhasi, maka si pelaku sudah memiliki akses penuh terhadap Rekening kita, sekalipun ATM tutup, Kantor Bank Tutup, karena pelaku hanya membutuhkan handphonenya untuk menguras isi ATM kita.

Coba bayangkan, jika Pelaku memiliki hak akses terhadap rekening orang lain, setiap uang yang ada di rekening korban bisa ludes hanya dalam waktu beberapa detik saja. Sipelaku tinggal mentransfer uang dalam rekening korban tersebut ke rekening lain milik si pelaku.

Dapat dipastikan, Rata-rata yang menjadi korban penipuan ini adalah orang golongan menengah ke bawah bahkan dibawah golongan menengah, yakni orang yang masih awam (gaptek) terhadap dunia ATM.

Golongan Menengah ke bawah
Golongan Menengah ke bawah

Bayangkan orang golongan menengah ke bawah yang baru saja mendapat penghasilan dari hasil banting-tulang dan peras-keringatnya yang ingin menabung untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik ini, dan eh… tiba-tiba duit tabungannya tersebut habis dilahap orang yang tidak takut akan karma ini. Sungguh perbuatan yang sangat keji.

Untuk itu mari sama-sama kita do’akan agar orang seperti si penipu ini akan segera bertaubat, karena kalau tidak akan sangat sayang sekali dosa teman kita ini akan bertambah besar dan tertutup pula pintu hatinya dan betul-betul akan mendapat siksaan pedih di neraka kelak. Mudah2an saudara2 kita yang seperti ini segera bertaubat dan semoga ini tidak terjadi lagi. Amin. 

3 thoughts on “Awas….! Modus Penipuan SMS Banking.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s