Hari yang aneh

Senin, tgl 25 agustus 2008

Hari ini merupakan hari yang aneh begiku.

Bagaimana tidak, biasanya telat subuh hari ini sudah terbangun sebelum adzan berkumandang. (Tanya kenapa……?)

Ternyata Allah masih sangat sayang kepada hambanya dengan mengirimkan sejumlah nyamuk saat tidur tadi malam, aku mendonorkan darah secara paksa tanpa sadar kepada si nyamuk tersebut melalui jarum suntik mulutnya.

Semarak nyamuk yang menggerutu di muka, tangan dan kaki, membuatku akhirnya terbangun. Meskipun setelah tangan dan kaki “bendol-bendol” akibat gigitan.

Tetapi aku akhirnya dapat shalat shubuh berjama’ah di musolla. Alhamdulillah…..

Lebih kurang hampir selama 2 bulan ini badan terasa lemah, kurang semangat dan terus tidak fit, tetapi hari ini waktu untuk kembali jogging “Akhirnya Datang Juga”… Huh…. Segeerrrr……! Udara sejuk kuberlari di bawah pepohonan rindang, daun-daunnya yang penuh embun begitu lebat, nyaris sang mentari tidak mampu menembusnya untuk menyinari trotoar jalan tempatku melayang-layangkan kaki ke udara. Dengan sepatu baru yang untuk membelinya neggunakan uang pemberian dari Teteh (Kakak) nun jauh di Banda Aceh sana, sepatu baru ini sangat nyaman untuk dibawa jogging, memang sengaja kubeli sepatu sport agar selain kuliah, habi yang satu inipun tetap lestari.

Pagi itu ujung syaraf otak hingga otot kaki terasa sangat bugar. Alhamdulillah sakit-sakitan dan tidak fit selama puluhan hari Lunas sudah dengan Jogging satu hari. Alhamdulillah…..

Pergi ke Kampus, kunci kos dan tugas yang sudah siap kumpul kubawa di dalam tas.

Dengan tugas yang ready dengan gengsinya gaya jalanpun berubah. Ke-Pe-De-an yang tinggi seolah berjalan bak model di atas “Cat Walk” idih…. sungguh suatu ke-norak-an yang mengatasnamakan ke-Pe-De-an. Huh…..

Sesampainya di kampus aku memeriksa tugas…. Aduh… Rupanya aku salah membawa tugas, yang terbawa adalah tugas matakuliah yang lain dan tugas untuk hari ini masih tertinggal di atas meja belajar di kos. Drastis obsesi model tadi berubah menjadi orang bingung tak menentu karena dijepit waktu masuk hanya beberapa menit lagi. Dengan tergesa ku pinjam kereta teman untuk mengambil tugas yang satu lagi. Ternyata perjalanan menuju kos tidak secepat dan semudah yang dibayangkan.

Tiba-tiba saja sang tetesan gerimis mengajak teman-temannya yang lain untuk ikut turun ke bumi, aku diserbu habis-habisan. Sungguh mengenaskan… karena sudah terlanjur basah, maka perjalanan terus kulanjutkan. Keluar kampus melalui jalan utama nyaris kena razia polisi karena tidak mengenakan helm, dengan kebut kucari jalan lain dan akhirnya dengan sisa-sisa semangat dan baju yang basah kunyup aku sampai juga di “Singgasana Istana Kos”.

Yang paling menyakitkan lagi ketika sampai di kos aku tidak membawa kunci di saku celana, melainkan di dalam tas, sementara tas sendiri aku tinggal di kampus bersama teman yang keretanya ku bawa dengan alasan pergi hanya sebentar.

Oh.. lengkaplah sudah penderitaan ini…. akhirnya aku tidak bisa masuk ke kos. Niat untuk mengambil tugas sirna sudah terkubur oleh kecorobohan semata.

Ternyata Allah benar-benar sangat menyayangiku dan ingin menaikkan kelasku dengan memberi ujian seperti ini. Dengan tangan kosong dan basah kuyup aku kembali ke kampus.

Sampai di kampus aku sudah terlambat dan bagi yang terlambat tugas diserahkan minggu depan. Namun tetap Alhamdulillah… temanku cukup banyak karena yang terlambat bukan aku sendiri melainkan hampir 1/3 kelas.

Waktu kuliah habis sudah, kebetulan di ruang sebelah para junior T. Mesin 2008 sedang berkumpul (tepatnya di-kumpul) bersama (oleh) beberapa senior.

Akupun menuju ruang sebelah. Saat kaki berpijak tepat di depan pintu aku seperti sedang mengintip sebuah perguruan Shaolin. “Wow, banyuak sekali biksu shaolin di sini” gumamku. Tak pelak lagi mereka adalah juniorku angkatan tahun 2008 yang baru orientasi. Sesuai bidangnya, Teknik Mesin memang didominasi oleh kaum Adam, dan untuk orientasi semua “cama” harus di”gundul” kepalanya. Pantas saja ruangan ini sudah seperti perguruan shaolin

Tak jauh dari tempatku berdiri terlihat sosok aneh, bak bunga matahari yang dikerumuni oleh kumbang-kumbang haus ternyata ada sesosok garis keturunan hawa. Ya… ada seorang mahasiswa baru perempuan di teknik mesin.

Nyaris tercipta kebudayaan baru di T. Mesin. Secara Historis T. Mesin memang terkenal dengan dengan ke-jantanannya, berlatar belakang laki-laki bahkan latar depan sekalipun semua diwarnai dengan aura maskulin yang kental. Kedatangan seorang gadis baru di kampus maskulin ini cukup memberi effect ke sejumlah mahasiswa khususnya senior. Seperti mengalami getaran psikis. Mungkin terdengar cukup aneh tapi itulah kenyataannya, ada beberapa mahasiswa senior yang mulai belajar “ja im” padahal terlihat sangat aneh dan menggelikan saat bicara dengan sang ratu baru mesin ini, ada yang mencoba membangun wibawa untuk berbicara namun berakhir keringat dingin, ada yang gelisah saat teman yang lain lebih lihai dalam mengambil hati sang rebutan dengan mengganggu pembicaraan mereka, ada yang kesehariannya bringasan tiba-tiba berubah menjadi malaikat yang baik budi nan luhur, Ada pula yang berbicara apa adanya menganggap sesama mahasiswa lain tanpa membedakannya sebagai seorang permpuan.

Wah… sungguh hari ini memang hari yang aneh…

One thought on “Hari yang aneh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s